JAKARTA – Eks vokalis Naff, Arda Hatna, membawa kisah personal yang mendalam lewat single terbarunya bertajuk “Matematika Tuhan Beda”.
Menariknya, inspirasi lagu ini muncul justru saat ia tengah berjuang membenahi kondisi mentalnya di ruang konseling. Arda menceritakan momen emosional saat ia mengamati antrean di ruang psikolog.
“Ketika saya keluar dari ruang konseling, keluar dari ruang hipnoterapi, di situ ada beberapa orang gitu antre juga untuk appointment ke konseling, atau untuk ke psikolog,” ungkap Arda Hatna di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 8 September.
Ia sempat berbincang dengan sang terapis mengenai fenomena banyaknya orang yang mengalami luka batin saat ini.
“Si hipnoterapinya bilang ke saya: ‘Kenapa sih banyak banget sekarang lagi sakit ini-ini? Oh nggak, itu mereka sadar kok. Dirimu juga lebih sadar untuk mau berbenah’,” kenangnya.
Lebih lanjut, Arda mendapat pencerahan bahwa mereka yang datang mencari bantuan justru seringkali adalah orang-orang yang tulus.
“Rata-rata justru mereka itu adalah orang-orang baik yang tersakiti. Tapi karena mereka sadar mau berbenah, mereka tidak menggunakan dirinya hurt people hurt people,” tuturnya lagi.
Filosofi bahwa orang yang terluka tidak harus melukai orang lain menjadi pondasi kuat lagu ini.
“Begitu dia terluka, dia tahu bahwa gue nggak boleh ngelukain orang seperti gue diluka. Karena jalan masuknya katanya ada tiga ya; dari penderitaan, dari ilmu pengetahuan, sama dari cinta,” tambah suami Tantri Kotak ini.
Keajaiban terjadi saat Arda meninggalkan lokasi tersebut. Nada dan lirik tiba-tiba mengalir begitu saja di kepalanya.
“Nah, di situ ketika saya keluar, saya naik mobil, tiba-tiba nada itu ada di sini. ‘Hai orang baik, tak ada ruginya dirimu menjadi baik walau dikhianati, sakit disimpan sendiri, tapi matematika Tuhan pun berbeda’. Itu sudah jadi lagunya,” jelas Arda.
Bagi Arda, proses penciptaan lagu ini terasa sangat organik dan tanpa beban.
“Saya nggak ngerti, saya percaya kalau sesuatu yang ditulis jujur dan pengen apa yang disampaikan itu begitu saja gitu lho. Ciri-ciri jodoh itu gitu kan katanya; kalau ada kesulitan dikasih kemudahan,” ucapnya yakin.
Meski sempat ragu untuk merilisnya, Arda merasa lagu ini adalah bentuk terapi mandiri baginya.
“Tapi di draft itu saya berhenti untuk nulis apa dulu deh. Kayak terlalu ngapain juga bikin mau sok-sokan, sok ngajarin orang, padahal bukan… itu untuk menenangkan diri saya sebenarnya,” akunya jujur.
Ia ingin menegaskan pada dirinya sendiri bahwa menjadi baik tetaplah sebuah pilihan yang benar.
“Untuk mempertahankan bahwa saya ini sudah cukup baik gitu. Tapi boleh kasih punya patokan parameter bahwa matematikanya Tuhan itu kayaknya beda banget gitu,” lanjutnya lagi.
Menutup keterangannya, Arda berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang merasa di titik terendah.
“Beda banget. Karena banyak teman-teman yang hari ini mau pertama kali, ‘Gue mau bergerak nggak ya?’ gitu. Iya sih gue gerak aja deh, kita nggak tahu ke depan rahasia,” tutup Arda.
Lagu Matematika Tuhan Beda ini sendiri baru akan rilis secara resmi pada 11 September mendatang.







