your daily dose of showbiz & social trends.
Indeks
banner 728x250
Update  

Ruben Onsu Tegaskan Tak Pernah Paksa Betrand Peto Ikuti Keyakinannya

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Presenter Ruben Onsu membagikan kisah menyentuh mengenai keharmonisan keluarganya setelah memutuskan menjadi seorang mualaf. Meski kini memeluk keyakinan yang berbeda dengan sang putra, Betrand Peto Putra Onsu (Onyo), Ruben menegaskan bahwa toleransi dan rasa saling menghargai tetap menjadi fondasi utama dalam rumah tangganya.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Ruben mengungkapkan bahwa anak-anaknya adalah orang pertama yang mengetahui keputusannya memeluk agama Islam, jauh sebelum kabar tersebut diumumkan ke ruang publik.

banner 325x300

“Sebelum saya memberitahukan ke publik, justru anak-anak saya yang tahu terlebih dahulu kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Saya menjelaskan bagaimana kita tetap saling support, dan saat itu jawaban mereka yang membuat suasana cair,” tulis Ruben Onsu.

Ruben menceritakan, respons hangat dan santai dari anak-anaknya saat menemaninya menunggu waktu berbuka puasa menjadi momen yang sangat melegakan baginya, sebelum ia akhirnya resmi mengumumkan kabar tersebut ke publik.

Tak Pernah Memaksa Keyakinan

Ruben yang kini tinggal bersama Onyo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memaksakan keyakinannya kepada sang putra. Menurutnya, urusan agama adalah hak dan panggilan spiritual masing-masing individu.

“Dan sampai saat ini Onyo tinggal sama saya, tidak sedikit pun terucap dari mulut saya untuk mengajak dia ikut keyakinan saya,” ungkap Ruben.

Sikap saling menghormati itu tercermin dalam rutinitas akhir pekan mereka. Ruben menceritakan momen ketika ia mengantar langsung Onyo beribadah di hari Minggu.

“Bahkan ketika di hari Minggu karena driver libur, jadi saya sering antar dia ke Gereja Katedral Jakarta Pusat,” tutur Ruben.

Menunggu di Istiqlal untuk Mengaji

Menariknya, lokasi Gereja Katedral yang berhadapan langsung dengan Masjid Istiqlal justru memberikan waktu tersendiri bagi Ruben untuk memperdalam agamanya. Sambil menanti Onyo menyelesaikan misa, Ruben memanfaatkan waktu tersebut untuk beribadah di Istiqlal.

“Lalu saya menunggunya sambil saya melakukan ibadah Ashar di Masjid Istiqlal. Sambil menunggu kabar kalau Onyo sudah selesai, justru karena Onyo saya jadi banyak bisa lakukan salat sunah dan lanjut menghafal surat-surat yang jadi PR saya dari guru ngaji saya,” lanjutnya.

Setelah putranya selesai beribadah, Ruben kembali menjemput Onyo untuk pulang bersama. Di akhir ceritanya, Ruben menekankan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa memandang perbedaan sebagai sekat.

“Menciptakan dan saling support membuat kami terus belajar untuk kita hidup berdampingan untuk saling menghormati dari segala perbedaan. Karena agama itu sebuah keyakinan bukan paksaan. Dan perbedaan keyakinan itu bukan alasan,” pungkas Ruben.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *