your daily dose of showbiz & social trends.
Indeks
banner 728x250
Film  

Dari H.E.R. Hingga Joel Crawford, Forgotten Island Bawa Pesan Persahabatan dan Kedekatan Budaya Indonesia- Filipina

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Menyambut penayangannya di bioskop Indonesia film animasi terbaru DreamWorks Animation, Forgotten Island, mengajak penonton mengikuti petualangan dua sahabat, Jo dan Raissa, sekaligus merayakan persahabatan, keluarga, dan kekayaan budaya Filipina.

Semangat tersebut turut dirasakan oleh konten kreator Indonesia Sella Oktaviani dan Lulu Cantika yang beberapa waktu lalu mendapat kesempatan menghadiri premiere Forgotten Island di Manila, Filipina. Dalam kunjungan tersebut, keduanya berkesempatan mengikuti rangkaian kegiatan dan wawancara eksklusif bersama H.E.R. dan Liza Soberano, pengisi suara Jo dan Raissa, serta sutradara Joel Crawford dan Januel Mercado.

banner 325x300

Berlatar budaya dan mitologi Filipina, Forgotten Island menghadirkan cerita yang berakar kuat pada identitas lokal, namun membawa tema universal yang dapat dirasakan oleh penonton dari berbagai negara. Bagi Sella dan Lulu, pengalaman menyaksikan film sekaligus berinteraksi langsung dengan para pemain dan kreatornya memperlihatkan begitu banyak kesamaan antara budaya Filipina dan Indonesia.

“Chemistry Liza dan H.E.R. sebagai Jo dan Raissa terasa sangat natural. Mereka seperti dua sahabat dengan karakter yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Yang menarik, banyak hal dalam film ini yang terasa familiar dengan budaya Indonesia, mulai dari semangat kebersamaan hingga cara kita berinteraksi dengan orang-orang terdekat,” ujar Lulu.

Kedekatan kedua budaya tersebut juga terasa dalam berbagai aktivitas selama kunjungan di Manila. Dalam wawancaranya bersama H.E.R dan Liza, Sella dan Lulu mengeksplorasi sejumlah kesamaan bahasa dan budaya Indonesia dan Filipina melalui permainan tebak kata, termasuk kata-kata seperti “BINI”, “ANAK-ANAK”, dan “MAHAL”.

Bagi Liza, kesamaan bahasa tersebut mengingatkannya pada pengalaman pribadinya. “Saat aku berkunjung ke Indonesia, aku mendengar seseorang mengatakan ‘mahal’ dan langsung mengira dia orang Filipina. Aku bilang, dalam bahasa kami, ‘mahal’ juga bisa berarti expensive. Jadi, rasanya seperti mendengar bahasa yang familiar.”

Pengalaman sederhana tersebut menjadi salah satu contoh kedekatan antara Indonesia dan Filipina. Kedekatan ini juga menunjukkan bagaimana cerita yang berangkat dari budaya lain tetap dapat terasa familiar bagi penonton di Indonesia. H.E.R. pun berharap Forgotten Island dapat memiliki resonansi yang kuat dengan para penonton di Indonesia.

Selain berbincang dengan para pengisi suara, Sella dan Lulu juga berkesempatan menggali proses kreatif di balik hubungan Jo dan Raissa bersama sutradara Joel Crawford dan Januel Mercado. Menariknya, hubungan Jo dan Raissa juga terinspirasi dari pengalaman pribadi kedua sutradara yang telah menjadi sahabat dan partner kreatif selama hampir dua dekade. “Dulu kami pernah menjadi roommate dan sering melakukan banyak hal bersama, seperti menggambar dan berdansa sambil mendengarkan musik era 1980-an. Kenangan seperti inilah yang kami bawa ke dalam cerita untuk menghidupkan hubungan Jo dan Raissa,” ujar Januel Mercado.

Joel Crawford menambahkan bahwa kedua karakter tersebut juga terinspirasi dari orang-orang terdekat mereka. “Aku melihat bagaimana dua anak perempuanku yang masih remaja tumbuh bersama sahabat dekatnya. Banyak sekali hal konyol yang mereka lakukan, tapi di sisi lain mereka tetap saling menyemangati. Hal-hal seperti itulah yang ingin kami hadirkan agar persahabatan Jo dan Raissa terasa lebih natural dan nyata,” ujarnya.

Bagi Sella, kekuatan hubungan kedua karakter tersebut menjadi salah satu hal yang membuat pesan Forgotten Island terasa relevan.

“Film ini mengingatkan bahwa teman sejati adalah mereka yang tetap berada di sisi kita, bahkan ketika perjalanan tidak selalu mudah,” ujar Sella.

Dengan memadukan petualangan fantasi, mitologi Filipina, humor, dan kisah persahabatan yang universal, Forgotten Island menjadi perjalanan yang tidak hanya membawa Jo dan Raissa menemukan dunia penuh keajaiban, tetapi juga mengajak penonton melihat kembali arti persahabatan dan hubungan dengan orang-orang terdekat.

Saksikan petualangan Jo dan Raissa dalam Forgotten Island di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *